Monday, August 18, 2014

Desain Eksebisi

Liburan musim panas kemarin saya manfaatkan dengan mengambil kuliah Semester Pendek dengan tujuan untuk meningkatkan IPK saya (well, too bad to be true IPK saya sempat jeblok gara-gara nilai TPB saya dulu yang bisa dibilang jelek banget hahaha). Saya mengambil dua Mata Kuliah FSRD, yakni Desain Eksebisi dan Desain Lingkungan Penyembuhan. Dua-duanya saya ambil karena di samping ilmunya cukup bermanfaat buat dijadikan dasar pengetahuan dalam hidup sehari-hari dan di masa depan kelak, dua mata kuliah ini dengar-dengar juga termasuk paket A lumayan buat naik-naikin IPK hehehe.

Untuk Desain Eksebisi diajarkan oleh Pak Bagus Handoko, beliau mengajarkan bagaimana kita dapat mengatur suatu produk secara sistematis namun tetap kreatif untuk mencapai nilai efektifitas dan efisiensi yang maksimal dari kegiatan pameran produk. Ilmu yang diajarkannya berguna banget buat kita-kita yang berencana mau membangun usaha apapun. Karena ketika kita mau menjajakan hasil dagangan kita di suatu market festival atau store sekalipun, kita pasti dituntut untuk mendesain peletakan produk-produk tersebut dengan baik dan benar. Agar nantinya para pengunjung/pembeli akan merasa puas dengan pameran produk yang kita jual tersebut. Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan pameran produk tersebut melingkupi estetika, pencahayaan, warna dan material pendukung.

Walaupun sebenarnya ilmu yang diajarkan Desain Eksebisi ini mungkin agak jauh dari ilmu Tata Kota dan Wilayah, tetapi intinya ada yang mirip-mirip dikit juga kok seperti pengelolaan manajemen perencanaan juga, dengan lingkup area yang berbeda tentunya. Over all saya tidak menyesal mengambil mata kuliah ini. Malah saya bersyukur telah mendapatkan ilmu-ilmunya yang akan saya ingat-ingat ketika hendak merealisasikan mimpi saya kelak, membangun usaha restoran cimpi dengan menu makanan organik ala green lifestyle gitu deh :3

Oh ya, berikut ini adalah karya Tugas Utama pengganti UAS dari Desain Eksebisi yang telah saya buat. Saya sengaja menampilkannya di blog karena melihat hasilnya yang KEWL NGETZ BEROH (*pede) ini, sayang aja kalau dibiarkan mengendap di folder laptop hahaha. Monggo yang mau liat-liat silakan. Dan... Selamat menikmati~ :)

Soal:
A. Tradisional (baik) vs Tradisional (tidak baik): 3 tema, 1 tema 4 gambar (2 baik, 2 tidak baik)
B. Sederhana (tidak baik) vs Modern (baik); 3 tema, 1 tema 4 gambar (2 Sederhana, 2 Modern)

A.1 Bumbu-bumbuan

A.2 Ikan-ikanan

A.3 Buah-buahan

B.1 Spa Shop

B.2 Flower Shop

B.3 Bridal Shop

Sunday, April 20, 2014

it's all about time

there's a feeling between them two
that they were just hide it to each other.
none of them have ever talked about it.
till time went on and on.

and one fine day they met again.
she said "what have you been doing?"
he said "waiting for you"

she touched by his words.
he came over her and pressed his lips gently to hers.

they finally knew they were meant for each other, ever since.

***

I don't mind waiting if when it comes to someone who worth to wait for.
I believe God's timing is always right.

Friday, January 24, 2014

Prinsipil Vs Fleksibel

Siang tadi sehabis kuliah Pemkot, saya Iga, Nurul, Wiwid pergi makan siang ke the kiosk balubur. Ini kali pertama saya mengunjungi tempat makan ini. Saya pikir tempatnya standar, namun pas memasuki ke dalam ruangannya, saya merasakan suasana berbeda dari tempat makan yang biasanya yakni suasana agak kehutan-hutanan dengan sedikit sentuhan Ancient Greek. Suasana nyaman di the kiosk balubur ini langsung mendapat tempat tersendiri dalam hati saya. Sampai-sampai saya menjadikannya favorite place to ngansos/nugas next time hahaha.

Awalnya kami di sana hanya berniat untuk makan siang saja. Berhubung ada akses wifi, kami pun jadi keasyikan betah berlama-lama di sana sambil internetan melalui hp kami masing-masing. Pada suatu ketika saya bilang sesuatu ke teman-teman saya,

Ir: “eh gue pengen confess sesuatu nih, tapi jangan pada ketawa ya hahaha” *belum apa-apa kami semua pun tertawa *ga jelas emang.

Ir: “Duh gue malu nih ngomongnya, soalnya apa yang mau gue omongin ini kaya ngejilat ludah sendiri wakakak” *anak-anak pun tambah penasaran.

Ir: “Oke, jadi… Akhirnya gue memutuskan buat bikin akun Instagram lagi masa…” *ga berapa lama kemudian semua pun ketawa

Ig: “Wahahaaa congrats reeen” *dengan muka tulus tapi bernada sarkasme *tai emang hahaha

Ig: "Jadi… Akhirnya lo udah punya instagram lagi nih? Semacam jilat ludah sendiri sih ya yang dulu bilang ga mau punya Instagram eh sekarang bikin lagi hahaha. Tapi gapapa kita bisa follow-followan lah ya. Apa nama akun lo?"

Baru sempet saya respon: “hahaha makanya tadi gue agak ragu nih ngaku sama lo pada tapi yaudahlah aja dah”. Tiba-tiba ternyata sedari Iga nyelamatin saya tadi, dia iseng merekam obrolan kami untuk dishare ke grup GMB (Geng Mari Berantem). Tapi FAIL! HAHAHAHAH! Dia teriak: “Ah ternayata gue tadi belum mencet record!”. Semua pun jadi tertawa melihat tingkah Iga.

Ir: “Hahhh untung gue ga jawab akun gue apa, pasti lo semua langsung pada kepo dah, ogah gue.” Saya lanjutkan obrolan dengan mengutarakan alasan saya mengapa saya membuat akun Instagram lagi, “Lagian alasan gue bikin Instagram, gara-gara semalem gue abis kepo thebalibible choy, anjir lah semua fotonya bagus-bagus banget buat gue makin ngiler dan tambah cinta sama Bali men! So, kayaknya biar gue semakin semangat mengejar cita (menyelesaikan TA nanti hingga rencana membangun usaha di sana kelak) gue perlu mengetahui perkembangan Bali ya kan hohoho. Ga ada foto apa-apa juga orang tuh akun khusus buat ngepoin tentang Bali dah pokoknya bahkan following gue isinya yang berbau Bali semua. Sampe-sampe bio gue gue tulis ‘Fall in love with Summer, Sunkisses, and Bali’ saking gue bener-bener segitu cintanya sama Bali!”

Nu: “Alah paling lama-lama juga lo bakal share foto juga nanti.”

Ir: “Entahlah, buat sekarang sih ga mau dulu hahaha.”

Nu: “Emang apa sih nama akun lo?”

Ir: “Eits, kaga deh entar lo pada kepo, trus komen yang macem-macem lagi kalo-kalo gue ngepos foto”

Nu: “Kalo gue sampe nemu akun lo gimana?”

Ir: “Ga mungkin”

Nu: “Mungkin aja, gue bakal googling cari Instagram dengan bio ‘Fall in love with Summer, Sunkisses, and Bali’ itu nanti juga muncul nama akun lo hahaha”

Ir: “HAHAHAH anjir pinter juga lo nuy! Duh kenapa  gue ngasih tau bio gue segala ya, entar bisa aja ketauan nih kalo sampe digoogling. Okelah nanti gue ubah aja bionya weee hahahah”


***

Cuplikan obrolan di atas itu emang agak absurd ya. Terlebih saya -_-. Hahaha tidak jelas memang. Yasudahlah memang begitu lah adanya hahaha.


Ya, saya sudah terlanjur kepincut sama Bali semenjak saya tinggal selama 2 bulan di sana untuk mengenyam KP (sembari liburan) Juli-Agustus 2013 lalu. Saya jatuh cinta akan kekayaan alamnya yang begitu indah bagai surga dunia, lingkungan, budaya, serta warga lokalnya yang ramah-ramah. Sungguh kesan yang terasa selama tinggal di Bali adalah adanya energi positif yang memicu timbulnya kedamaian pada jiwa dan raga ini. Hingga kini pun saya masih merasa bahwa separuh hati saya berada di tanah dewata itu.

Bahkan saking cintanya sama Bali saya rela menjilat ludah saya sendiri (ga ada kaitannya kali cinta sesuatu sama jilat ludah sendiri -___-) yang dulunya berniat ga mau punya Instagram karena takut mendapat pengaruh buruk seperti menjadi ketergantungan blablabla yang dulu sempat saya pos juga di sini. Kalau membaca tulisan saya yang satu itu, rasanya pengen ketawa terbahak-bahak mendapati dulu labil banget saya ini -_- hahaha.

Ya maklum saja, kita hidup kan untuk mencari jati diri. Untuk dapat menemukan jati diri kita sesungguhnya kita harus melalui sebuah proses hidup dimana kita mau mencoba berbagai hal, termasuk berpendapat tentang sesuatu. Kalau pun ternyata apa yang telah diucapkan seseorang harus ditarik kembali itu ya karena mungkin saja orang tersebut telah menemukan jawaban dari kegelisahan atas yang dia rasakan dahulu. Tidak perlu menjadi keras kepala bertahan menuruti prinsip yang dirasa terlalu mengekang diri hingga diri tidak bisa mengembangkan sesuatu hal yang bisa saja hal tersebut justru memberi kebaikan untuknya. Jadi, menjadi seorang prinsipil itu baik, tapi lebih baik lagi menjadi orang yang fleksibel kan? :) *alah pinter amat gue ngeles ya wakaka :p



Sekian pos saya kali ini. Buat yang bingung inti dari tulisan saya kali ini apa, intinya berada tepat di paragraf terakhir di atas ini hehehe. Cheers!

Wednesday, October 23, 2013

Tribute to My Dearest Bestfriend, Iga Andita Lestari

Sosok wanita jangkung berparas model itu mendatangiku untuk berkenalan. Pribadinya yang jenaka bertemu dengan diri yang sama-sama jenaka ini pula membuat kita kerap kali berkelakar melucu satu sama lain tanpa perlu ada script yang mengatur. Sehingga kami selalu berhasil mencairkan setiap suasana dimana pun berada. Semenjak saat itu kita yang dari tingkat I sekelas terus dan kebetulan satu jurusan juga, ditambah adanya kesamaan momen senasib sepenanggungan karena nilai TPB kami yang jelek (ya, saat itu kita memang masih anak bawang yang baru terlepas dari dunia remaja yang masih berpikir bahwa di dunia perkuliahan pun masih dapat bermain-main. Tapi seiring waktu berjalan, kami menyadari bahwa pikiran polos kita saat itu salah). Namun dengan dukungan satu sama lain kami beranjak merubah nasib untuk memperbaiki nilai jelek tersebut serta bertekad merubah diri agar menjadi orang yang lebih baik lagi. Dengan modal tulus berharap agar kita dapat mewujudkan impian kita tersebut, muncullah sebuah ikatan persahabatan di antara kami.

Bagi kami, tidak ada hal yang tidak bisa diceritakan. Bahkan untuk cerita random yang tidak penting sama sekali pun dapat dengan mudah diceritakan tanpa khawatir dengan apapun. Yang pasti, satu sama lain dari kita akan selalu setia mendengarkan cerita-cerita itu secara seksama.

Segala momen dari yang bersuasana bahagia, haru, menyedihkan, hingga mengesalkan sekalipun sudah kami lewati bersama. Kisah pertikaian dramatis khas ftv pun juga pernah melanda persahabatan kami. (Stop, jangan membayangkan adegan jambak-jambakan rambut ya, itu sih lebay banget. Hahaha. Ya kalau perlu bayangan sedramatis apa sih pertikaian itu, cluenya hanya sebatas adu mulut. Kebayang kan hebohnya cewek-cewek kalo lagi adu mulut di sinetron? Wkwkwk). Namun hal-hal yang seperti itu saat ini sudah jarang ditemukan. Karena sudah saling mengerti satu sama lain, kami akan sebisa mungkin mencegah hal yang memicu pertikaian itu terjadi.

Ada masa dimana kami sering menginap bersama di kosan masing-masing. Berdiskusi dari petang hingga subuh, hanya untuk membahas tentang makna kehidupan. Menarik, karena pendapat kita pasti selalu dihargai satu sama lain. Satu hal yang paling sering kami lakukan adalah membicarakan hal-hal yang berkualitas mengenai cita-cita kami masing-masing di masa depan nanti. Mencari langkah bagaimana kami dapat mencapai ke gerbang kesuksesan di sana. Merefleksikan segala kekurangan yang masih hinggap di diri kita yang menghambat diri dari pencapaian kesuksesan nanti. Kemudian menggantinya dengan menanamkan ke diri masing-masing sebuah mental juara agar kita dapat dengan lancar berjalan di arah dan jalur yang benar. Sehingga memudahkan kita untuk dapat mewujudkan cita-cita tersebut.

Apresiasi, pujian, dukungan, dan motivasi sudah tidak perlu diragukan, setiap saat pun kami pasti selalu menyemangati satu sama lain. Bahkan mungkin di setiap 5 waktu ibadah yang kami jalani juga sering kali terucap doa agar kami dapat menggapai cita-cita kami tersebut kelak.



Pagi ini, lorong gedung prodi menyaksikan momen haru ketika dua sahabat saling bertemu. Mataku terbelalak tak menyangka ketika berseberangan melihat ada yang berbeda dari sosok wanita jangkung berparas model ini dari kejauhan. Kami saling menyapa dan berpelukan sambil bersimbah air mata. Suatu hal yang baik baru saja dimulai hari ini. Hal baik itu adalah kini sahabatku Iga Andita Lestari, akhirnya sudah mantap mengenakan hijab syar'i! Demi apapun, betapa bangganya aku melihatmu kini sudah 100 kali lebih baik dari sebelumnya. Bahkan aku akui kamu menjadi semakin cantik menyerupai malaikat-malaikat di surga sana. Aku doakan semoga kamu selalu istiqomah menjalankan jihad ini di jalan Allah SWT. Dan karena kamu sudah berhijab seperti ini, insya Allah segala kebaikan dari-Nya akan selalu didekatkan kepadamu, Ga. Amin ya Rabbal Alamin... :')





ps:
Ga, gue ga ngerti lagi harus merayakan momen indah ini kayak gimana lagi. Dengan resminya lo berhijab, hal itu sangat menginspirasi buat orang-orang lain loh, termasuk gue sendiri. Makanya gue jadiin bahan blog-an gue ya hahaha.

Gue inget banget, dulu setiap malem lo selalu bercerita dengan berapi", pengen jadi Puteri Indonesia. Lo pun menunjukkan keseriusan lo itu dengan mengikuti ajang pemilihan Abang None Jakarta 2012 kemarin, yang hasilnya lo terpilih jadi pemenang Harapan 1 which is pencapaian segitu udah lumayan banget!

Tapi mungkin lo kecewa dengan tidak terpilihnya lo menjadi juara utama yang menjadikan lo males untuk melanjutkan misi lo menjadi Puteri Indonesia. Tapi lihatlah kebaikan yang Allah sudah siapkan untuk lo sekarang Ga. Sekarang, lo udah dipilih langsung sama juri semesta alam untuk selalu didekatkan dengan-Nya, yang mana manfaatnya tidak hanya duniawi, tapi langsung surgawi, Ga! Indah kan? :)

Jujur, gue sedih sekaligus bahagia mendapati sobby gue satu ini berhijab.
Sedihnya, kita udah ga bisa gila"an to the max lagi huhuhu bakal kangen momen gila bareng lo deh nanti :(
Bahagianya, gue bakal lebih jarang melakukan hal" gila tersebut karena partner gue ini udah berhijab jadinya kita sama" terhindar dari api neraka deh hahaha :D

Btw malu juga ye sama diri sendiri, punya sahabat" pada berhijab semua, tapi diri ini masih belum berhijab samsek. Bahkan cita-cita untuk berhijab dari 2 tahun yang lalu, masih belum dapat terealisasikan juga (entah kenapa -_-). Malah lo yang pake hijab duluan daripada gue Ga. Hahaha. Tapi gpp malah bagus banget itu. Doain aja ya, semoga gue cepet nyusul lo. Dan nantinya kita, gue, lo, Nurul, bisa jadi the truly Three Angels! Hahaha :* 

Oia, tadi kita lupa foto bareng, jadinya gue pasang foto candice & rosie dulu deh wkwkwk. Besok kita foto bareng, nanti gue update fotonya jadi foto kita berdua yang lo lagi pake hijab. Okey {}

Ini maksa pisan ye fotonye wkwkwk

Tuesday, October 22, 2013

Curcol Kekocakan

Mau curcol dikit ah tentang kekocakan hari ini...

Jadi hari ini gue baru pertama kali diskusi ke calon dosbing gue Pak Arief (amin dah insyaAllah beliau beneran jadi dosbing gue nantinya *pede *yakin). Bayangin udah berapa minggu perkuliahan semester 7 ini berjalan, baru sekarang dong gue sempet bertatap muka berdiskusi dengan calon dosbing -_- (gila segitu sibuknya kah gue sampe ga sempet ketemu sama calon dosbing sendiri hahaha). Itu juga gara" lagi jalan ga sengaja ketemu beliau di lorong gedung pas kita sama" mau naik lift. Begitu gue lihat Pak Arief langsunglah gue samperin ngajak janjian buat ngobrolin topik metlit gue. Beliau pun langsung mengiyakan tawaran itu.

Ketika jam menunjukkan pukul 16.00, gue langsung menuju ke ruangannya Pak Arief di lantai 3 sambil membawa proposal metlit gue. Diskusi berlangsung sebentar sekitar 30 menit gitu, tapi udah banyak hal yang didapat. Segala feedback-an positif dari dia membuat gue semakin bersemangat untuk menggarap topik otentik dari pemikiran gue sendiri (maksudnya bukan topik riset dosen) itu. Kata beliau proposal metlit gue judul topiknya udah bagus, isi sasaran penelitiannya pun juga cukup lumayan. Tinggal lebih diperdalam lagi aja, cari tambahan referensi buat masing" poin sasaran penelitian gue nantinya. Udah banyak catatan tambahan juga dari beliau untuk gue membuat tugas selanjutnya seperti menentukan kerangka berpikir, metode pengumpulan data, dan metode analisis. (Well, kalo ga ada studio, rasanya pengen gue kerjain aja deh tugas yang dikasih ini biar makin cepet pula TA gue kelarnya hahaha *pret *sok iye lo. Ya tapi apa daya, ternyata paksaan untuk menyelesaikan analisis studio lebih kuat bro :'( huhuhu *terus jadi inget analisis aspek yang belum kelar" *terjun dari tebing. aaaaaaaaaaaakkkkkkkk *blackout)

Dan... Pas keluar ruangannya Pak Arief, wajah gue pun menjadi sumringah. Gue pun balik lagi ke ruang seminar ngikut parallel session Planocosmo. Duduk di samping Dikaf, gue curhat lah hasil obrolan kebahagiaan gue pas diskusi sama Pak Arief tadi ke dia. Eh dia malah sok"an ga seneng sama keberhasilan gue itu. --> Fyi dia emang selalu kayak begini; NGESELIN.

D: gue akan selalu membuat lo down, ren...
I: *menatap dia dengan meme 'bitch please'-nya 9gag* *lalu merespon komennya Dikaf pake nyanyian roar dengan muka nantang* "you held me down, but I got up~ hey!" *terus langsung pergi*
D: *ketawa* --> lah die malah ketawa si ngono -_-

Kalo kata Iga, momen" begini seharusnya ada kotak item yang muncul di atas kepala kita, bertuliskan: BESTFRIEND. (maksudnya kayak di 9gag" gitu).

Gue kalo inget kejadian sore tadi, ditambah inget kata" Iga ini, jadi ketawa sendiri juga. Hahahahahahahahahahahahaha kocak juga ye idup. *bingung sendiri*



Udah segitu aja curcolannya, gue mau lanjut ngaspek dulu cyin. Banyak bots ini input data, Ngerjainnya aja sampe mau nangis saking banyaknya huhuhu TTT___TTT. *ini gue bingung, antara lebay apa lemah ye gue? *halah ga jelas. *yaudah ya, bye ol~